0

Pengertian Tentang Ekonomi Islam (Syariah)

pengertian ekonomi syariah

Blog Masjidia | Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar di dunia. Sudah sepatutnya sebagai negara dengan jumlah penganut agama Islam terbesar di dunia mengetrapkan prinsip-prinsip ekonomi Islam atau yang biasa disebut ekonomi syariah untuk kemakmuran umat.

Pengertian Ekonomi Syariah

Ekonomi syariah merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam.

Ekonomi syariah atau sistem ekonomi koperasi berbeda dari kapitalisme, sosialisme, maupun negara kesejahteraan (Welfare State).

Berbeda dari kapitalisme karena Islam menentang eksploitasi oleh pemilik modal terhadap buruh yang miskin, dan melarang penumpukan kekayaan.

Selain itu, ekonomi dalam kaca mata Islam merupakan tuntutan kehidupan sekaligus anjuran yang memiliki dimensi ibadah yang teraplikasi dalam etika dan moral.

Yang Membedakan Ekonomi Syariah Dengan Ekonomi Konvensional

Seperti yang sering kita lihat selama ini bahwa banyak negara-negara di dunia mengalami krisis ekonomi. Krisis ekonomi tersebut disebabkan oleh ulah sistem ekonomi konvensional yang mengedepankan sistem bunga (suku bunga) sebagai instrumen profitnya.

Dalam Islam konsep “bunga” jelas-jelas dilarang karena termasuk riba dan ekonomi syariah melarang riba. Hal ini berbeda dengan sistem ekonomi syariah, dimana instrumen profitnya yaitu dengan sistem bagi hasil.

Dan yang perlu digaris bawahi ialah bahwa konsep ekonomi syariah berbeda dengan sistem ekonomi kapitalis, sosialis, maupun komunis. Dan sistem ekonomi syariah juga bukan berada di tengah-tengah ketiga konsep sistem ekonomi tersebut.

Jika dicermati sistem ekonomi kapitalis lebih bersifat individu. Sedangkan sistem ekonomi sosialis lebih memberikan tanggung jawab kepada warganya. Dan ekonomi komunis lebih ekstrim lagi, dan sistem ekonomi syariah bertolak belakang dengan ketiga sistem ekonomi tersebut.

Bahwa sistem ekonomi syariah telah menetapkan batasan-batasan dalam bentuk perdagangan serta perkhidmatan apa saja yang boleh dan yang tidak boleh untuk ditransaksikan.

Poin penting yang membedakan konsep ekonomi syariah dengan konvensional ialah bahwa sistem ekonomi syariah lebih mementingkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, dan bisa memberikan rasa adil, rasa kebersamaan dan kekeluargaan, serta mampu memberikan keleluasaan seluas-luasnya bagi setiap pelaku usaha.

Apasih Ciri-ciri Ekonomi Islam (Syariah) Itu?

Di dalam Al Qur’an tidak banyak diungkapkan, dan hanya prinsip-prinsip yang mendasar saja. Karena alasan-alasan yang sangat tepat, Al Qur’an dan Sunnah banyak sekali membahas tentang bagaimana seharusnya kaum Muslim berprilaku sebagai produsen, konsumen dan pemilik modal, tetapi hanya sedikit tentang sistem ekonomi.

Sebagaimana diungkapkan dalam pembahasan diatas, ekonomi dalam Islam harus mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha. Selain itu, ekonomi syariah menekankan empat sifat, antara lain:

  1. Kesatuan
  2. Keseimbangan
  3. Kebebasan
  4. Tanggung jawab

Bahwa manusia hidup di dunia ini tidak mungkin bisa hidup sendiri dan bersifat individualistik. Karena semua kekayaan yang ada di bumi adalah milik Allah S.W.T dan manusia yang tinggal di bumi harus bisa mengelolanya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Didalam menjalankan kegiatan ekonominya, Islam mengharamkan manusia menjalankan kegiatan riba, dalam segi bahasa bisa disebut “kelebihan”.

Dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 275 disebutkan bahwa Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.

Namun apa yang kita lihat sekarang ini? banyak kegiatan riba yang masih terus dilakukan dan seakan-akan telah menjadi kebiasaan dikalangan masyarakat, dan kita sebagai umat muslim harus terus memberikan kesadaran terhadap masyarakat bahwa riba adalah haram dan dosa.

Lalu Apa Tujuan Ekonomi Syariah?

Bahwa tujuan utama ekonomi Islam ialah untuk memberikan keselarasan bagi kehidupan di dunia. Dan yang perlu digaris bawahi ialah bahwa nilai-nilai Islam bukan semata-mata untuk umat muslim saja, namun untuk semua makhluk hidup yang ada di bumi.

Bahwa esensi proses dari ekonomi syariah adalah pemenuhan kebutuhan manusia yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam guna mencapai tujuan agama (falah).

Ekonomi Islam menjadi rahmat seluruh alam, yang tidak terbatas oleh ekonomi, sosial, budaya dan politik dari bangsa. Ekonomi Islam mampu menangkap nilai fenomena masyarakat sehingga dalam perjalanannya tanpa meninggalkan sumber hukum teori ekonomi Islam, bisa berubah.

Potensi Ekonomi Syariah Di Indonesia

Indonesia sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia memiliki potensi ekonomi syariah yang bisa dikembangkan.

Dalam industri keuangan misalnya telah banyak bermunculan perbankan yang berbasis syariah, ini berarti bahwa ada peluang di sektor ini untuk terus dikembangkan. Selain itu juga telah hadir asuransi-asuransi berbasis syariah.

Dan sebenarnya masih banyak sektor lainnya yang bisa dikembangkan dengan konsep ekonomi syariah untuk memenuhi kebutuhan umat.

Demikian ulasan singkat tentang pengertian ekonomi Islam (Syariah) semoga bermanfaat.

*Disadur dari Wikipedia https://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_syariah

 

 

Bagikan Ke Teman Anda:

Masjidia

E-Commerce muslim berbasis unit bisnis masjid, Untuk kemakmuran umat. Sebagai solusi, Masjidia merupakan Platform perdagangan elektronik yang fokus dalam pemberdayakan warga sekitaran masjid dengan menggunakan mobile app.