0

Meningkatkan Kesejahteraan Pedagang Kecil Melalui Platform Masjidia

Meningkatkan Kesejahteraan Pedagang Kecil Melalui Platform Masjidia

Sumber: http://modalkicil.blogspot.co.id/

Blog Masjidia | Hadirnya pedagang eceran (retail) moderen sepeti Ind*Mart dan Alf*Mart serta swalayan lainnya sekarang ini yang tersebar hingga pelosok daerah tentu saja sangat mengurangi pendapatan pedagang eceran tradisional seperti pedagang-pedagang di pasar-pasar tradisional serta toko kelontong.

Pedagang eceran tradisional biasa disebut dengan pedagang kecil karena memang modal untuk kegiatan usahanya tergolong kecil, serta dari kegiatan usahanya tersebut mereka sangat bergantung.

pedagang-eceran-ritail-moderen

Sumber: http://www.theyorker.co.uk/

Berbeda dengan pedagang eceran moderen seperti mini market, swalayan, maupun super market. Mereka memiliki modal yang besar serta memiliki management perusahaan yang begitu baik sehingga bisa menghadirkan tempat belanja yang komplit, nyaman, serta pelayanan yang ramah.

Dari masyarakat yang sebelumnya membeli sabun cuci, mie instant serta kebutuhan rumah tangga lainnya cukup di warung samping rumah, kini mereka lebih memilih belanja di mini market walau jaraknya lumayan jauh dari rumah.

Mengapa masyarakat sekarang lebih memilih belanja di mini market, maupun swalayan? mengapa sekarang mereka enggan belanja di warung samping rumah maupun pasar-pasar tradisional? padahal pemilik warung maupun pedagang-pedagang tradisional tersebut sangat membutuhkan dari hasil jualannya.

Jelas masyarakat sekarang lebih memilih belanja ke tempat swalayan, maupun mini market karena jelas tempatnya nyaman, barangnya tersedia banyak, serta pelayanan yang ramah. Sangat berbeda sekali dengan pedagang kecil karena dari segi permodalan saja sudah terbatas.

Hadirnya mini market, swalayan, dan supermarket tentu saja menjadi ancaman bagi pedagang-pedagang kecil serta pasar tradisional. Mereka pedagang kecil sangat bergantung dari hasil pendapatan dagangannya.

Mini market serta swalayan terus tumbuh di berbagai pelosok daerah, dan terus menggusur dan mengurangi pendapatan pedagang kecil. Dengan disokong permodalan yang begitu besar dan cenderung kapitalis yang mereka pikirkan hanyalah keuntungan semata tanpa melihat ada pihak yang dirugikan yaitu pedagang kecil.

Masjidia E-Commerce Muslim Berbasis Unit Bisnis Masjid Untuk Kemakmuran Umat

pedagang pasar tradisional

Sumber: http://www.suara-islam.com/

Masjidia hadir sebagai platform perdagangan elektronik (e-commerce). Melihat ketidak adilan, serta ingin meningkatkan taraf hidup pedagang-pedagang kecil serta pasar tradisional saat ini yang terus terancam hadirnya toko-toko retail moderen yang berfaham kapitalis membuat Masjidia hadir sebagai wujud pengetrapan konsep ekonomi syariah yang berkeadilan.

Masjidia adalah e-commerce muslim yang berbasiskan unit bisnis masjid untuk kemakmuran umat. Sebagai solusi, Masjidia merupakan Platform perdagangan elektronik yang fokus dalam pemberdayakan warga sekitaran masjid dengan menggunakan mobile app.

Artinya Masjidia adalah sebagai platform perdagangan elektronik, dimana melalui unit bisnis masjid yang bekerjasama dengan pedangang-pedagang kecil yang ada di sekitar masjid seperti warung makan, toko kelontong, tukang bakso, penjahit pakaian, serta pedagang di pasar tradisional dan lainnya dengan menggunakan platform Masjidia melayani kebutuhan warga yang ada di sekitar masjid pula.

masjidia app

Kebutuhan pokok sehari-hari seperti beras, minyak goreng, gula pasir, air mineral dan sebagainya bisa dibeli melalui Masjidia yang dikelola oleh unit bisnis masjid. Masyarakat yang ada disekitar masjid tidak perlu lagi keluar rumah untuh ssekedar berbelanja, cukup dari rumah menggunakan aplikasi mobile Masjidia yang bisa diunduh gratis baik Android maupun IOS bisa melakukan transaksi belanja kebutuhan pokok sehari-hari, dan barang belanjaan diantar oleh kurir Masjidia.

Unit bisnis masjid yang mengelola Masjidia bisa mendapatkan keuntungan dari selisih harga dari pedagang yang bekerjasama dengan platform Masjidia, dan keuntungan ini bisa untuk menambah kas masjid. Selama ini yang kita tau kas masjid diperoleh dari infaq serta donatur.

Dengan Masjidia, masjid lebih mandiri dan berdikari. Pedagang di sekitar masjid juga terlindungi dari kaum kapitalis, dan yang pasti masyarakat di sekitar masjid lebih makmur.

Hadirnya Masjidia juga membuka lapangan kerja baru, pasalnya masyarakat bisa bergabung sebagai kurir yang akan melayani pelanggan untuk mengantarkan barang.

Pedagang kecil serta pasar-pasar tradisional eksistensinya harus dipertahankan, dengan berbelanja di Masjida artinya kamu ikut serta meningkatkan kesejahteraan pedagang kecil serta beramal menjadikan masjid lebih mandiri.

Bagikan Ke Teman Anda:

Masjidia

E-Commerce muslim berbasis unit bisnis masjid, Untuk kemakmuran umat. Sebagai solusi, Masjidia merupakan Platform perdagangan elektronik yang fokus dalam pemberdayakan warga sekitaran masjid dengan menggunakan mobile app.